Hipnoterapis menerapi keluarga? Mengapa tidak?
Beberapa orang bertanya kepada saya, “Bu, memang hipnoterapis tidak bisa ya menerapi keluarganya sendiri? Kalau begitu percuma dong kalau saya menjadi hipnoterapis kalau tidak bisa membantu orang yang saya sayangi?”
Lalu saya menjawab, “Siapa yang menyatakan demikian? Bisa-bisa saja hipnoterapis menerapi keluarganya.” Kata beberapa orang tersebut mereka mendengar dari hipnoterapis yang diajarkan oleh gurunya untuk jangan menerapi keluarganya karena dipastikan gagal. “Ya, kalau begitu Anda cari dong guru hipnoterapi yang telah terbukti bisa menerapi keluarganya dan murid-muridnya berhasil menerapi keluarganya.” saya menjawabnya dengan ringan. Jika seorang hipnoterapis tidak bisa menerapi keluarganya maka buat apa hipnoterapis Indonesia atau luar negeri menuliskan buku tentang hipnoterapi untuk anak-anak. Bukankah orang tua tidak akan bisa menerapi anaknya? Kalau begitu para orang tua jangan membeli buku hipnoterapi untuk anak-anak karena pasti akan gagal. Bukan berarti ketika seorang guru hipnoterapi mengatakan sesuatu, itu akan menjadi kebenaran mutlak di bidang hipnoterapi. Anda sebagai pribadi yang berpengetahuan luas perlu memiliki sense of investigation. Selidikilah dulu!
Mengapa saya bisa menjawab seorang hipnoterapis bisa menerapi keluarganya? Inilah jawaban saya. Saya dan murid-murid saya adalah tipe praktek, maksudnya kami melakukan praktek langsung. Sehingga pengalaman kami bukan cuma teori. Jessie (nama samaran) adalah putri murid saya yang berusia 7 tahun. Jessie biasanya murid yang pandai di kelasnya. Namun, beberapa bulan ini prestasinya melorot. Maminya (yaitu murid saya) mengatakan, “Nilai kamu ada perubahan. Ada apa, Jes?” seperti biasa anak-anak kebanyakan akan menjawab, “Tidak tahu.” Kemudian maminya mengatakan, “Yuk, mami hipnoterapi kamu.” Kemudian tanpa berubah tempat (mereka sedang ngobrol santai di ruang keluarga), Jessie yang sedang berbaring santai di karpet diterapi. “Ok, kamu tetap saja santai di karpet, tapi kamu tutup mata.” kata maminya memulai sesi hipnoterapi. Kemudia maminya melakukan induksi khusus anak-anak seperti yang saya ajarkan di training. Dengan cepat Jessie memasuki kondisi hipnosis. Dengan melakukan hypnoanalisis, maminya menemukan akar melorotnya nila Jessie. Ternyata, Jessie kesal dengan seorang temannya yang selalu mengganggunya sehingga energi pikirannya selalu tersedot untuk menghindari teman tersebut. Itu yang membuatnya tidak konsentrasi saat di kelas. Jessie mengalami abreaksi, yaitu luapan emosi yang selama ini terpendam. Badannya bergerak-gerak karena dia kesal sekali dengan temannya. Murid saya langsung melakukan chair therapy, salah satu teknik hipnoterapi advance yang sangat efektif melepaskan muatan emosi kepada seseorang. Jessie abreaksi selama beberapa menit. Dibantu dengan chair therapy akhirnya Jessie kembali tenang. Ya, emosi negatif yang selama ini mengganggu konsentrasi belajranya sudah dilepaskan. Esoknya, Jessie mengatakan ke mamanya, “Tadi aku datangi Yan (nama samaran temannya yang selalu mengganggunya). Aku katakan jangan ganggu aku lagi. Sekarang aku bisa berani, Mi.” Murid saya mengatakan setelah hipnoterapi, nilai-nilai Jessie kembali meningkat. Dan di semester ini Jessie juara kelas. Di sini membuktikan tidak semua masalah anak-anak melulu tentang orang tuanya. Buktinya masalah Jessie adalah dengan teman kelasnya.
Murid saya yang lain melakukan sesi hipnoterapi dengan mamanya. Memang tujuannya mengikuti training saya bulan Januari 2010 lalu adalah untuk menerapi mamanya. Karena dia tahu betul kehidupan masa kecil sampai dewasa mamanya penuh dengan pengalaman pahit. Setelah selesai training, dia langsung menerapi mamanya. Betul saja, kepahitan mamanya begitu banyak. “Mama abreaksi terus. Dia menangis melepaskan kepahitannya sepanjang sesi hipnoterapi.” cerita murid saya. Murid saya melepaskan pengalaman demi pengalaman pahit mamanya. Ketika sampai di tengah-tengah sesi, murid saya bertanya, “Ma, biarkan alam bawah sadar mama memunculkan terus hal-hal yang membuat mama selama ini selalu bersedih. Apa yang muncul?” kata murid saya. “Kamu” jawab mamanya. Ternyata, mamanya juga pernah merasa sakit hati kepada anaknya, yaitu murid saya. Murid saya cukup cerdik, “Baiklah, ma. Ungkapkan semua unek-unek yang ada kepada anak mama yang bernama Yen (nama samaran yang merupakan namanya). Saya akan keluar ruangan. Mama lepaskanlah semua beban yang ada sampai lega.” Setelah men-setup chair therapy, murid saya keluar ruangan dan meminta sepupunya untuk di ruangan. “Nanti ketika mama sudah lega, Tia (nama sepupunya) akan memanggil saya.” katanya sebelum meninggalkan ruangan. Setelah lega, murid saya dipanggil kembali. Lalu dia meneruskan sesi hipnoterapinya. Sekarang mamanya jauh lebih bahagia dan meminta diterapi oleh anaknya jika ada problem hidup. Ya, mengapa tidak? Anaknya seorang hipnoterapis! Ini pun membuktikan tidak semua masalah orang tua melulu tentang anaknya. Problem kehidupan manusia begitu luas. Memang, ada problem dengan anak, itu pasti. Namun, jika hipnoterapisnya cerdik, tingkat keterbukaan mamanya tetap bisa terbuka luas dengan menggunakan cara cerdas. Dan kesiapan mental hipnoterapis tentu sudah teruji karena di dalam dirinya sudah memiliki tekad kuat untuk membantu orang-orang yang dicintainya. “Lalu bagaimana jika mental saya belum cukup kuat?” tanya Anda. Ya, justru itu Anda belajar hipnoterapi yang mengajarkan self-hypnosis. Ya, terapilah diri Anda sendiri untuk menguatkan mental Anda. Anda sudah memiliki caranya seperti yang saya ajarkan dalam training, yaitu berbagai hipnoterapetik untuk menerapi diri Anda sendiri!” itulah jawaban saya.
Waktu awal-awal saya membuka praktek hipnoterapi profesional, orang tua saya tidak mempercayai kemampuan saya. Waktu itu saya masih praktek numpang di tempat usaha papi saya. Ternyata, orang tua saya takut saya melakukan terapi yang bertentangan dengan agama. Namun, setelah mereka menyaksikan sendiri para pendeta, pastor, biarawati, bhiksu, bhiksuni dan ustad menjadi sebagian dari ribuan klien saya, mereka percaya saya tidak melakukan terapi yang sesat.
Suatu malam, ketika saya sedang mempraktekkan teknik induksi baru dengan suami saya – ya, saya selalu mempraktekkan dan bereksperimen berbagai teknik hipnosis – tiba-tiba mami saya keluar dari kamarnya (waktu itu saya masih tinggal serumah dengan orang tua saya). “Mami juga mau diterapi sama Lia (panggilan rumah saya).” kata mami saya. Kebetulan, saya sedang praktek induksi baru. Saya bisa mempraktekkannya ke mami saya, pikir saya. Ketika saya induksi, tiba-tiba mami saya abreaksi. Dia menangis sangat keras. Saya sih sudah terbiasa menangani klien-klien yang ber-abreaksi keras, namun orang rumah saya menjadi kaget. Papi saya keluar dari kamar, pembantu saya juga datang, “Ada apa?!” tanya mereka dalam kaget. “Tidak apa-apa. Saya sedang menerapi mami.” jawab saya. Mami saya terus menangis melepaskan bebannya selama 20 menit. Ingat, abreaksi harus dicek berulang-ulang dan sampai bersih baru muatan emosi selesai dilepaskan. Ternyata, mami saya menyimpan banyak beban tanpa saya ketahui. Setelah selesai, mami saya mengalami amnesia sesaat. Ya, seorang klien yang memasuki hipnosis sangat dalam bisa mengalami amnesia sementara setelah bangun dari hipnosis. Mami saya benar-benar memasuki hipnosis dalam sampai-sampai amnesia. “Tadi kamu mengapa menangis keras?” tanya papi saya ke mami. “Tidak. Tadi Lia hipno saya. Rasanya ringan dan relaks. Saya tidak menangis.” jawab mami saya. 10 menit kemudian, mami saya tersenyum dan mengatakan, “Iya, tadi tangisan mami keras sekali ya? Mami lagi punya masalah dan sedang sakit hati. Tapi sekarang sudah lega dan enteng sekali.” jawabnya. Ternyata, mami saya sudah berhari-hari tidak bisa makan karena disakiti oleh temannya. Esoknya, mami saya makan dengan lahap. Sorenya dia cerita, “Tadi siang mami telepon teman mami yang membuat mami sakit hati. Mami bilang mami memaafkannya dan mami minta maaf. Sekarang kami berteman lagi. Terima kasih, Lia.” kata mami saya. Setelah sesi tersebut, mami saya menyiarkan ke semua teman-temannya, “Kalau kamu ada masalah dan merasa tidak enak di hati, datang saja ke Lia – anak saya. Dia hebat sekali melepaskan masalah dan rasa tidak enak di hati.” Kontan saja, hampir setiap orang di satu kecamatan daerah saya sudah datang ke sesi hipnoterapi saya berkat marketing mami saya. Ya, mami saya menjadi bukti nyata kesuksesan hipnoterapi. Terima kasih, mami.
Papi saya melihat perubahan mami saya yang luar biasa. Karena itu beberapa bulan kemudian, papi saya masuk ke ruangan praktek saya. “Lia, kliennya sudah selesai semua? Papi mau terapi. Papi lagi ada masalah dan perasaan papi tidak enak.” katanya. Langsung saja saya hipno papi saya. Dia mengungkapkan semua kegelisahan hatinya. Setelah selesai, dia mengatakan, “Papi lega sekarang. Papi sudah tahu apa yang perlu dilakukan. Malam ini papi bereskan persoalan ini. Terima kasih, Lia.” Ya, dengan hipnoterapi, saya bisa membantu mami dan papi saya.
Murid saya memiliki seorang anak ABG yang ketakutan setiap kali harus naik lift. Namun, anaknya tidak mau diterapi oleh bundanya. “Gengsi! Memangnya bunda bisa?” jawabnya atas pertanyaan saya mengapa dia tidak mau diterapi oleh bundanya. Murid saya tersebut ternyata seorang hipnoterapis yang handal. Dia membuka praktek sendiri dan klien banyak sekali berdatangan. Anaknya melihat sendiri banyak klien menjadi sembuh dan terbantu dengan hipnoterapi bundanya. Suatu saat, anaknya mau diterapi oleh bundanya. Mereka menyelesaikan ketakutan anaknya naik lift. Sekarang anaknya itu sudah berani naik lift. Kemudian anaknya meminta sendiri agar bundanya menerapinya tentang masalah percaya diri. Murid saya bercerita, “Anak saya percaya dirinya meningkat jauh. Dulu dia takut-takut kalau saya kirim sekolah ke luar negeri. Sekarang dia sudah berani bahkan bisa membuat rencana mau pergi ke negara mana lalu melanjutkan ke negara berikutnya. Itu perubahan luar biasa.” cerita murid saya ke saya.
Saya yakin Anda setuju dengan saya, rasa percaya setiap orang pasti belum terbangun pada seseorang yang baru terjun di suatu bidang. Dan ini berlaku di semua bidang, bukan hanya pada hipnoterapis. Keluarga Anda juga manusia. Mereka membutuhkan pengyakin supaya mereka percaya Anda sebagai seorang hipnoterapis benar-benar bisa menangani klien. Wajar, jika awal-awal tingkat percaya mereka belum terbangun. Anda maju terus dan buktikan kemampuan Anda. Lambat laun, keluarga Anda pasti akan mendatangi Anda. Justru, keluarga terdekat adalah indikator Anda. Jika keluarga terdekat saja tidak percaya pada kemampuan Anda, bagaimana dengan orang-orang lainnya? Itu meninggalkan tanda tanya besar apakah Anda sungguh-sungguh mahir atau tidak. Jika mahir maka keluarga terdekat akan menjadi alat marketing yang paling handal. Mereka akan minta diterapi dan menyiarkan kesuksesan hipnoterapi Anda kepada teman-teman lainnya.
Bulan lalu saya ke Amerika untuk training scientific hypnotherapy dengan Tom Silver dan training Neurofeedback. Ketika saya training dengan Tom Silver secara privat one-on-one, Tom menyediakan klien-klien untuk saya lakukan scientific hypnotherapy secara live. Pada hari kedua, istrinya Tom Siver – Suzanne – mengajukan diri untuk diterapi oleh Tom. Di momen itu dia sedang ada problem. Problemnya tidak bisa saya tuliskan di sini. Di depan saya, Tom Silver melakukan sesi hipnoterapi kepada istrinya. Dan istrinya merasa lega. Ini membuktikan Tom Silver yang merupakan pakar scientific hypnotherapy di Amerika mau dan sukses menerapi istrinya.
Ketika dalam salah satu training guru saya, Gerald Kein. Gerald Kein terkenal sebagai guru sesepuh hipnoterapi di Amerika. Gerry (nama panggilannya) mengungkapkan rahasianya membesarkan kedua anaknya tanpa terpengaruh sex bebas dan narkoba di Amerika. Dia berkata itu kesuksesan bagi orang tua di Amerika. Rahasianya, dia selalu melakukan Hypno-Sleep kepada kedua anaknya sejak masih berumur balita. Di malam hari ketika anaknya sedang tidur, Gerry akan masuk pelan-pelan ke kamar anaknya. “Nak, ini papa. Kamu jangan bangun dari tidurmu ya. Kamu tetap tidur saja. Tapi kalau kamu mendengar papa, kamu anggukkan kepala.” Gerry melakukan Hypno-Sleep kepada anaknya. Setelah anaknya menganggukkan kepala, Gerry memasukkan sugesti positif kepada anaknya. Dia lakukan itu setiap hari sampai anaknya remaja. “Suatu hari anak saya yang perempuan sedang berpacaran di rumah. Ketika pacarnya menawarkan narkoba, anak saya langsung marah dan menolaknya. Kemudian dia memutuskan pacarnya yang tidak benar itu. Ketika saya tanya mengapa kamu bereaksi seperti itu, dia menjawab ‘Entah, rasanya tidak benar saja memakai narkoba walau teman-teman banyak yang pakai.’” cerita Gerry. Dalam hati Gerry berkata, “Yes, sugesti saya selama bertahun-tahun sukses!” Ya, bahkan guru besar hipnoterapi seperti Gerald Kein menerapi keluarganya!
Kedatangan saya di Amerika disambut oleh teman-teman Indonesia saya yang tinggal di Amerika dengan mengantri untuk diterapi. Teman saya sampai berkata, “Nath, kamu tinggal saja beberapa bulan di sini supaya kami bisa terapi sama kamu. Mau?” Saya sih mau saja, tapi bagaimana dengan klien-klien saya yang juga mengantri di Jakarta? Teman-teman saya yang tinggal di Amerika banyak yang memiliki problem, terutama perekonomian di sana sedang lesu. Ditambah lagi banyak di antara mereka yang menikah dengan orang Amerika di mana perbedaan bahasa, kebudayaan dan cara hidup sangat berbeda. Itu menyisakan residu problem rumah tangga. Jika Anda seorang hipnoterapis yang handal maka Anda selalu membawa kebaikan bagi orang-orang di sekitar Anda di mana pun Anda berada. Anda memiliki alat dan ilmu pengetahuan untuk membantu orang-orang lainnya. Dan percayalah, banyak sekali orang yang membutuhkan bantuan untuk melepaskan beban kehidupannya yang tidak ringan ini. Saya telah membantu ribuan orang dengan menjadi hipnoterapis. Tapi masih ada jutaan orang lainnya yang masih belum saya sentuh. Indonesia membutuhkan banyak hipnoterapis handal yang bisa menolong banyak orang dengan berbagai problem. Ini pun berlaku kepada keluarga Anda. Anda bisa membantu keluarga Anda tercinta dengan menjadi seorang hipnoterpis yang handal. Kuncinya, jadilah hipnoterapis yang handal. Terapilah diri Anda sendiri. Ya, sembuhkanlah dulu diri Anda dengan berbagai problem dan hambatan yang ada. Lalu tolonglah juga keluarga, teman dan orang-orang lainnya seperti hipnoterapi telah menolong hidup Anda sendiri. Hipnoterapi adalah sebuah profesi untuk menolong orang lain karena itu dibutuhkan banyak orang yang memiliki jiwa mau menolong untuk bisa menjadi hipnoterapis handal.




