Blog

Hypnobirth

Posted by: admin  /  Tags: , , , , , ,

Hypnobirthing: Your Birth Your Way

oleh Nathalia Sunaidi
“The thing women have got to learn is that nobody gives you power. You just take it.” (Roseanne)

Pagi tadi, saat breakfast di backpackers hostel di Singapore, saya ngobrol dengan seorang turis dari Austria. Ketika saya menghirup kopi pagi, saya lihat dia beberapa kali memandang saya. “Sepertinya dia mau ngajak ngobrol” pikir saya. Inilah yang saya sukai jika tinggal di backpackers hostel, tamu-tamunya lebih bervariatif – ada yang dari Jerman, Jepang, Taiwan, Perancis, Australia, dll. Kebanyakan dari mereka adalah backpackers. Mereka membawa tas ransel besar dan mereka menjelajah ke berbagai negara menggunakan bis, kereta dan alat transportasi murah lainnya. Jadinya saya suka ngobrol dengan mereka dan menanyakan perjalanan mereka. Cerita mereka seru-seru dan mereka orang-orang yang sangat ramah.

Lousie berasal dari Austria. Kelihatannya dia baru berusia dua puluhan tahun. Saya tidak berani menanyakan umurnya karena hal itu tabu bagi tradisi barat. Dia bercerita dia telah 6 bulan berkeliling Asia sendirian. “What?! You are crossing the world for months alone?” tanya saya dengan sedikit kaget. Maklumlah, tidak banyak perempuan Indonesia yang melakukan hal tersebut. Dia mengatakan, “You will never alone. I always meet people and chat with them. It’s a lovely world.” Saya kagum kepadanya. Yang perlu dicatat, dia membawa dua tas ransel yang sangat besar sampai-sampai menjulang ke atas kepalanya. Dan dia membawanya sendiri sepanjang perjalanannya. Dia bercerita dia telah menjelajahi Thailand – ke Tiger Temple, Vietnam, Malaysia, Australia, New Zealand, dll. Dan sore itu dia mau kembali ke Austria. “The one thing I love best to journey alone is you always can make decisions of your own. And you get pivate time for yourself.” kata Lousie ke saya.

Membuat keputusan bagi dirinya sendiri merupakan sebuah issue yang cukup besar di kalangan para wanita. Kebanyakan wanita takut mengambil keputusan untuk kehidupannya. Mereka begitu memperhatikan pendapat-pendapat dari berbagai pihak sampai-sampai mereka lupa untuk mendengarkan suara hatinya sendiri. Sehingga, tak jarang para wanita berakhir di sebuah kondisi kehidupan yang bukan menjadi pilihan mereka. Untung saja, sudah mulai banyak para wanita yang memiliki lebih banyak pengetahuan sehingga mereka bisa mengontrol kehidupannya sesuai dengan impiannya. Wanita seperti Lousie merupakan potret seorang wanita yang berani menjalani kehidupan sesuai dengan impiannya.

Hal itulah yang membawa saya saat ini berada di Singapore untuk mengikuti training sertifikasi menjadi praktisi Hypnobirthing. Saya terkesan dengan para wanita yang memilih untuk melahirkan dengan caranya sendiri. Para wanita hypnobirthing memilih untuk melahirkan dalam kondisi ketenangan dan kedamaian. Mereka merencanakan proses melahirkan bayinya sesuai dengan yang dia inginkan yaitu memberikan ketenangan, kedamaian dan nuansa spiritualitas yang indah.

Suatu hari seorang sahabat saya mengirimkan SMS tentang kelahiran bayinya. Dengan bahagia, saya mengunjunginya. Dia melahirkan bayinya di rumah dengan menggunakan water birth. Dia bercerita, dia bersama suaminya menyiapkan kamar untuk melahirkan. Mereka bermeditasi di kamar itu beberapa bulan menjelang melahirkan. “Untuk memberikan aura ketenangan” katanya. Saat kontraksi terjadi, teman saya langsung memasuki trance. Tidak berapa lama kemudian dia memasuki water tub. Ketika saatnya tiba, suaminya ikut masuk ke tub dan menyambut kelahiran bayinya di tangannya. Teman saya langsung memeluk bayi yang baru lahir itu dan menyusuinya. Itulah ikatan pertama seorang anak kepada ibunya – dalam pelukan ketenangan dan kedamaian. Setelah melahirkan, teman saya langsung berjalan ke lantai satu rumahnya dan langsung makan siang. Ya, melahirkan bisa semudah dan sedamai itu!

Dengan alasan tersebut saya mendalami dan menjadi praktisi Hypnobirthing untuk bisa mendampingi para wanita hamil Indonesia menjalani masa kehamilan dan melahirkan dengan tenang, damai dan dalam spiritualitas.

Dalam training saya melihat begitu banyak wanita hypnobirthing melahirkan anak dengan mudahnya. Semua persepsi saya tentang melahirkan dengan penuh teriakan dan kesakitan dihancurkan dalam training hypnobirthing tersebut. Saya melihat bahwa tubuh wanita memang dipersiapkan untuk melahirkan anak. Jadi yang perlu dilakukan oleh para wanita adalah mendengarkan dan membiarkan tubuhnya menjalani proses melahirkan secara otomatis. Dan itu bisa dilkukan jika para wanita melahirkan memasuki trance hypnosis dan terkoneksi dengan tubuhnya.

Oxytocin dan endorphins adalah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh saat berhubungan seksual. Hormon itulah yang memberikan rasa nikmat dan penuh cinta pada organ intim manusia. Dalam proses melahirkan, tubuh para wanita dikondisikan untuk juga mengeluarkan hormon oxytocin dan endorphins yang akan membuat proses kelahiran menjadi mudah dan nyaman. Sayangnya, kedua hormon tersebut bisa diproduksi tubuh hanya jika seseorang berada dalam kondisi relaksasi dan ketenangan. Dan rasanya kedua hal itu jauh dari proses melahirkan yang biasanya penuh dengan kepanikan, ketakutan dan teriakan. Maka para dokter akan menyuntikkan hormon buatan untuk mengurangi sakit para wanita melahirkan. Semua ketakutan, rasa panik dan ketegangan membuat hormon adrenalin wanita meningkat, dan jika hormon adrenalin sudah berperan maka seluruh otot akan menegang dan bersiap mengadakan perlawanan. Maka rahim para wanita melahirkan menjadi tegang, oksigen menipis yang bisa membahayakan bayi dan jalur melahirkan menjadi menyempit karena tegang. Semua hal itu membuat proses melahirkan menjadi sangat sulit. Mau tidak mau, para dokter akan menyarankan melahirkan caesar.

Para wanita, momen melahirkan merupakan momen yang sangat pribadi dan berharga bagi ibu, ayah dan bayinya. Anda bisa merencanakan melahirkan anak dengan cara Anda sendiri. Anda bisa memiliki proses kelahiran yang jauh lebih tenang dan nyaman. Ketenangan dan kedamaian saat melahirkan akan berpengaruh besar bagi perkembangan psikologis bayi Anda seumur hidupnya. Anda bisa memilih melahirkan dengan penuh kesadaran didampingi oleh suami yang tenang atau Anda bisa memilih proses kelahiran di ruangan bedah yang dingin. Semua itu ada di kendali tangan Anda.

It’s your birth, choose your way to give a beautiful birth experience to your baby…

“My dream is that every woman, everywhere, will know the joy of a truly safe, comfortable and satisfying birthing for herself and her baby.” (Marie F. Mongan – Penemu Hypnobirthing)

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 6.8/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Related posts:

  1. Hypnobirthing HypnoBirthing: Dari Kehamilan sampai Melahirkan Normal Oleh Nathalia sunaidi HypnoBirthing menawarkan alternatif kehamilan dan proses melahirkan normal secara alami. Dengan...
  2. Melahirkan HypnoBirthing® Membuat para Ibu dan Bayi Bahagia dan Damai setelah Melahirkan Oleh Nathalia Sunaidi Kemarin adalah hari terakhir saya mengikuti...
  3. Kelas Hypnobirthing Hypnobirthing >>Kelas Hypnobirthing Hampir semua wanita merasakan ketakutan ketika menghadapi proses melahirkan atau persalinan. Dan jika Anda masuk ke website...

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes