Blog

Kunci Kesuksesan Sesi Hipnoterapi

Posted by: admin  /  Tags: , , ,

Suatu hari seorang klien datang ke sesi hipnoterapi saya. Setelah selesai proses hipnosis dia mengatakan kepada saya kalau dia tidak merasa ter-hipnosis karena dia tidak tertidur. Padahal di awal sesi saya telah memberikan penjelasan tentang hipnosis – yaitu kondisi relaks terfokus. Bukan kondisi tidur pulas. Dia tetap ngotot kalau hipnosis harusnya tidur benaran. Usut punya usut, ternyata dia pernah dihipnosis oleh hipnoterapis lain. Dan hasilnya dia tidur. Setelah hampir setengah jam dia dibangunkan oleh hipnoterapis itu. Lalu hipnoterapis itu mengatakan sesi hipnosis telah selesai dengan sukses dan sugesti telah dimasukkan ke alam bawah sadarnya. Ketika klien itu bertanya apakah dia ketiduran karena dia sama sekali tidak ingat dimasukkan sugesti oleh si hipnoterapis. Si hipnoterapis menjawab memang seperti itulah hipnosis – yaitu klien tidur dan sugesti dimasukkan ke alam bawah sadar. 

Lalu saya tanya ke si klien apa dia mengalami perubahan setelah sesi hipnosis dengan si hipnoterapis itu. Dia menjawab tidak ada perubahan apa-apa. Saya menjawab, “Tentu saja. Karena kamu ketiduran. Dan itu menjadi tidur siang termahal kamu!” jawab saya kepada si klien. Weleh… weleh… masih ada saja hipnoterapis yang menyamakan hipnosis dengan tidur – entah karena dia tidak paham atau untuk menutupi kegagalan sesinya. Dan masih ada juga klien yang percaya.

Pembaca dan para hipnoterapis, Anda perlu menguasai teknik induksi hipnosis supaya kejadian di atas tidak terjadi pada sesi hipnosis Anda. Hipnosis bukanlah untuk meninabobokan klien – melainkan mengantarkan klien ke level sonambulism – yaitu kedalaman hipnosis stage 4 menurut Arons Depth Scale. Setelah klien berada di somnambulism barulah proses transformasi bisa dilakukan. Artinya, barulah klien bisa mengalami perubahan positif dari sesi hipnoterapi Anda. 

Pembaca, mengapa klien sesi hipnotherapy saya sangatlah penuh dengan daftar antrian berbulan-bulan? Padahal saya tidak pernah mengiklankan sesi hipnoterapi saya. Rahasianya, karena sesi hipnoterapi saya berhasil. Klien saya berubah menjadi lebih baik. Mereka keluar dari ruang terapi saya dengan membawa hasil. Sehingga mereka merekomendasikan sebanyak-banyaknya orang untuk datang ke sesi hipnoterapi saya. Apa rahasia sesi saya berhasil? Karena saya menguasai induksi hipnosis yang mengantarkan klien mencapai level sonambulism. Lalu saya pun sangat menguasai berbagai teknik-teknik hipnoterapetik – yaitu teknik terapi yang memfasilitasi transformasi bagi klien. 

Hipnoterapi bukanlah sekedar menghipnosis klien – itu pun tanpa tahu klien telah mencapai kedalaman apa karena tidak ada depth level test. Lalu setelah kira-kira klien tersebut terlihat terhipnosis langsung dibacakan sugesti. Setelah itu klien dibangunkan dan dinyatakan terapi berhasil. Jika hipnoterapi cuma seperti itu maka seorang anak SD pun bisa melakukannya. Dan jika hipnoterapi hanya seperti itu maka pantas saja para klien tidak mau kembali lagi ke Anda atau merekomendasikan orang-orang ke Anda. Karena klien itu merasakan gagal dan tidak ada perubahan.

Hipnoterapi adalah seni terapi. Seorang hipnoterapis handal perlu menguasai teknik induksi modern yang bisa mengantarkan klien ke level somnambulism dalam waktu kurang dari empat menit. Itu supaya klien tidak perlu membayar sesi tidurnya saat dihipnosis. Setelah itu hipnoterapis profesional perlu menguasai berbagai teknik hipnoterapetik, seperti part-therapy, chair therapy, regression, abreaction management, hypno-NLP, EFT, desensitizing dan masih banyak lagi – yang tidak mungkin satu-persatu saya jelaskan di sini karena terlalu teknis. Tapi semua teknik hipnoterapetik saya jelaskan secara komprehensif dan mendalam dalam training 100 jam saya. Belum lagi hipnoterapis perlu menguasai abreaction management untuk menangani klien yang mengalami luapan emosi seperti menangis histeris, muntah atau shaking. Karena jika hipnoterapis tidak bisa menangani abreaction dengan benar maka hipnoterapis itu malah akan membuat klien semakin traumatis. 

 

Mengapa harus mencapai somnambulism? 

 

Karena di stage somnambulism ini alam bawah sadar sudah bisa merespon pada sugesti halusinasi. Maksud halusinasi ini bukanlah halusinasi yang terjadi pada orang-orang yang terganggu mentalnya. Melainkan mengacu pada persepsi atau program yang tertanam di alam bawah sadar. Contohnya, seseorang yang merasa ketakutan untuk berbicara di depan umum biasanya memiliki persepsi negatif tentang reaksi para penonton. Di alam bawah sadarnya terputar sebuah persepsi yang terhalusinasi berupa para penonton akan menertawakannya atau mengejeknya. Persepsi yang terhalusinasi itu membuat dia ketakutan bicara di depan umum. Untuk bisa melepaskan persepsi negatif yang terhalusinasi di alam bawah sadarnya maka dia perlu memasuki kedalaman hipnosis somnambulism. Artinya, di kedalaman tersebut hipnoterapis bisa melakukan berbagai hipnoterapetik untuk melepaskan program-program atau emosi negatif yang terhalusinasi di alam bawah sadar klien. Proses hipnoterapetik untuk melepaskan persepsi negatif tersebut bisa dengan regresi untuk menemukan ISE (Initial Sensitizing Event) atau momen pertama kali program negatif itu tertanam di alam bawah sadar, part-therapy, chair therapy atau teknik-teknik hipnoterapetik lainnya.

Setelah program negatif itu dilepaskan barulah alam bawah sadar bisa dimasukkan program positif yang baru atau diberikan sugesti. Sebelum program lama yang negatif dilepaskan maka sugesti akan sia-sia. Seperti bila Anda ingin menuangkan air putih di sebuah gelas maka gelas itu perlu kosong dulu. Kalau gelasnya masih ada kopinya maka air putih yang Anda tuangkan di gelas itu akan tumpah dan sia-sia. Seperti itu juga sugesti yang dimasukkan tanpa melakukan proses hipnoterapetik melepaskan program yang salah di alam bawah sadar.

Apa yang menyebabkan klien bisa tertidur dalam sesi hipnoterapi?

 

Jawabannya, karena induksi hipnosis yang digunakan terlalu lama sehingga membuat klien ketiduran. Induksi progresif relaksasi sangat panjang sehingga bukannya membuat klien memasuki hipnosis malah meninabobokan klien ke alam tidur – dan itu menjadi tidur siang yang sangat mahal karena harus bayar. 

Induksi progresif relaksasi sudah menjadi induksi jadul (jaman dulu) yang sudah tidak dipakai lagi oleh para hipnoterapis modern. Alasannya, karena bisa menidurkan klien sehingga sesi hipnoterapi tidak sampai ke hipnoterapetik – yaitu memfasilitasi transformasi. Alasan lainnya, induksi progresif relaksasi tidak ada depth level test-nya. Sehingga hipnoterapis tidak tahu klien sudah memasuki level hipnosis sedalam apa.

Jika Anda menguasai teknik induksi modern yang bisa mengantarkan setiap klien ke level somnambulism dan Anda sangat mahir di berbagai proses hipnoterapetik, pastilah klien akan antri untuk datang ke sesi hipnoterapi Anda.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 6.4/10 (7 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Related posts:

  1. Pentingnya Dokumentasi Sesi Hipnoterapi untuk Perlindungan Hipnoterapis dan Klien Pentingnya Dokumentasi Sesi Hipnoterapi untuk Perlindungan Hipnoterapis dan Klien Beberapa hari lalu murid saya bercerita tentang seorang hipnoterapis past life...
  2. Homeostatis di Subconscious Mind, Si Penghambat kesuksesan Tanpa Batas Beberapa hari yang lalu saya, suami dan beberapa teman mencoba sauna jenis baru yaitu sauna tradisi Thailand di sebuah tempat...
  3. Hipnoterapi Regresi Cara melakukan Hipnoterapi regresi yang baik dan berhasil Oleh Nathalia Sunaidi Regresi merupakan teknik hipnoterapi yang paling canggih dan dasyat....
  4. Manfaat Hipnoterapi Memahami Manfaat Hipnoterapi Saya yakin Anda sudah tahu apa itu hipnosis dan mana yang bukan termasuk hipnosis. Sebagai Hipnotis dan...
  5. Menyembuhkan Indonesia dengan Hipnoterapi Hari ini saya bersama para Alumni Pelatihan hipnoterapi 100 jam batch 2 mendatangi Panti Asuhan Chandranaya di Bogor. Saya mendampingi para...

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes