Neurofeedback
Terapi Neurofeedback
Susan orang tua dari Luke – seorang anak berusia 10 tahun – selalu dipanggil oleh guru di sekolah. Alasannya selalu sama yaitu Luke kurang bisa konsentrasi pada pelajaran di kelas. Dia sering jalan-jalan atau mengganggu teman-temannya. Tentunya ini menjadi problem bagi gurunya. Susan sudah sampai lelah menasehati Luke terutama dengan kebiasaannya bermain video game selama berjam-jam. Tapi tetap saja tidak ada perubahan. Ditambah lagi Luke selalu mengalami kesulitan dalam beradaptasi pada suasana atau program baru. Susan membawa Luke ke psikiater. Dan Luke dinyatakan sebagai anak yang memiliki gejala ADHD ringan.
Bukan hanya Susan yang mengalami hal demikian. Banyak sekali orang tua yang mengalami kesulitan dengan konsentrasi anak-anaknya. Hampir 90% orang tua yang membawa anaknya ke sesi saya memiliki keluhan yang sama, yaitu anaknya kurang konsentrasi.
Namun, jika Anda mau berhenti sejenak dan memahami kondisi diri Anda maka Anda pun mungkin akan merasakan hal yang sama seperti Luke. Pernahkah Anda merasa kesulitan untuk berkonsentrasi penuh untuk mendengarkan kuliah atau pembicaraan selama 30 menit? Atau Anda merasa sulit untuk bisa tinggal diam dan berkonsentrasi pada satu hal? Pikiran Anda selalu terpecah. Namun, jika sudah bermain game di PS atau komputer Anda bisa lupa waktu sampai berjam-jam.
Atau pernahkah Anda selalu merasakan kesulitan untuk beradaptasi dengan orang-orang atau lingkungan baru? Anda merasa kikuk dan tidak bisa berbaur dengan hangat dengan orang-orang baru di sebuah pesta? Atau Anda selalu merasa berdebar tidak tenang setiap kali Anda harus terjun ke hal baru?
Mengapa bisa demikian? Apa yang sedang terjadi pada anak-anak kita? Lalu apa yang sedang terjadi pada diri Anda? Apakah Anda tahu semua problem di atas berhubungan dengan kerja sistem di otak Anda dan otak anak-anak Anda? Anak-anak Anda atau Anda sendiri tidak mungkin mau menjadi seseorang yang tidak konsentrasi atau sulit berbaur pada setiap hal baru. Hanya saja mereka dan Anda tidak bisa! Itu terjadi karena sistem pengaturan di otak Anda tidak sinkron. Ya, ini tidak ada hubungannya dengan mau atau tidak mau. Ini berhubungan dengan fisik otak anak-anak Anda dan Anda. Bio-kimiawi di otak anak-anak Anda dan Anda tidak sinkron.
Setelah Luke mendapatkan terapi Neurofeedback di sebuah klinik di Amerika, kini dia sudah mengalami kemajuan luar biasa dalam konsentrasi. Nilai-nilai sekolahnya meningkat dari D ke B dan A. Dia sekarang sudah bisa berinteraksi dan beradaptasi dengan lebih mudah pada teman-teman barunya. Berita terbaiknya, Luke menjalani terapi Neurofeedback dengan bemain game! Bermain game? Ya, dia datang ke klinik Neurofeedback dan masuk ke ruangan terapi di mana terdapat layar flat dan stick game. Lalu dia diminta untuk memilih game yang disukainya. Lalu terapis Neurofeedback memasangkan elektroda di kepalanya untuk mengukur frekuensi di otaknya. Selanjutnya, Luke asyik bermai video game dan terapis neurofeedback memantau brainwave Luke di layar sebelahnya. “Apa yang kamu rasakan, Luke?” tanya terapis Neurofeedback. “I’m fine. And I’m having fun.” jawab Luke. Lalu terapis Neurofeedback menurunkan frekuensi brainwave supaya otak Luke bisa belajar konsentrasi lebih baik lagi.
Bagaimana bisa seseorang yang bermain game bisa membuat otaknya belajar? Bisa, dengan neurofeddback, sebuah teknologi canggih dari Amerika membuat Anda sekarang bisa melatih otak anak-anak Anda dan diri Anda sendiri dengan cara bermain game atau nonton DVD di center Neurofeedback.
Mengapa Neurofeedback merupakan terobosan untuk membangunkan kedahsyatan otak anak-anak Anda dan Anda?
Electroencephalogram (EEG) merefleksikan aktivitas otak Anda dan perannya dalam komunikasi global. Supaya komunikasi global di otak bekerja dengan baik maka self-regulasi di internal otak haruslah sinkron. Jika sinkronisasi bio-elektrik di otak tidak terorganisir dengan baik maka bagian-bagian otak tidak akan bekerja maksimal atau dalam Neurofeedback disebut instabilitas.
Untuk membuat Anda sangat paham saya akan mengilustrasikan sinkronisasi otak dengan Millenium Bridge di London. Millenium Bridge merupakan jembatan yang panjangnya 350 meter. Menurut Anda apakah langkah kaki manusia bisa menggerakkan jembatan 350 meter? Saya yakin Anda akan menjawab “Tidak bisa” dengan sangat yakin. Karena memang tidak masuk akal. Namun, jembatan itu harus ditutup kembali (tahun 2000) setelah 3 hari dibuka karena ternyata bergoyang oleh hentakan kaki manusia. Bagaimana bisa? Ya, karena ratusan orang menghentakan kakinya secara sinkron dalam waktu yang sama dan dengan frekuensi yang bersamaan. Satu orang tidak mungkin bisa menggoyangkan jembatan yang menghubungkan St Paul’s Cathedral dan kota London. Tapi ratusan orang yang bergerak dalam sinkronisasi gerak dan frekuensi mampu menggoyang “Blade of Light” (nama lain Millenium Bridge.
Otak anak-anak Anda, Anda dan saya memiliki begitu banyak bagian seperti Frontal Lobe – yang berisi neuron dopamine yang berhubungan dengan perhatian, memori jangka panjang, perencanaan; Parietal Lobe – yang berhubungan dengan sistem visul. Jika bagian ini terganggu maka Anda akan mengalami kesulitan dalam matematika, menulis dan bahasa; Temporal Lobe – yang mengorganisasikan input sensori. Jika bagian ini terganggu maka Anda akan mengalami gangguan di pemahaman bahasa, seksual, tingkah laku, dll; Occipital Lobe – yang merupakan pusat visual dan persepsi. Jika bagian ini terganggu maka Anda akan mengalami gangguan dalam visualisasi, halusinasi visual, dll.
Bagian-bagian otak itu terhubung satu sama lainnya melalui 100 milyar neuron. Jika ada gangguan dalam komunikasi berbagai neuron di otak Anda maka otak Anda tidak akan berfungsi dengan baik. Anda akan mengalami berbagai gangguan seperti gangguan konsentrasi atau fokus, low arousal atau selalu merasa lelah, high arousal yaitu selalu merasa tegang, migrain, epilepsi, dll.
Terapi Neurofeedback bekerja di lapisan fungsi otomatis otak dan melatih otak Anda untuk bisa meregulasi fungsinya kembali dan mengsinkronisasi bio-elektrik di antara neuron-neuron supaya otak Anda akan berfungsi prima kembali.
Apa saja yang bisa ditangani dalam terapi Neurofeedback?
ADD
Autis
Hiperaktif
Migrain dan vertigo
Bipolar mood swing
Psikotik
Paranoia
Depresi
Emotional Calming
Bruxism
Sembelit
Endocrine disregulation
Kelalahan berlebihan
Meningkatkan imunitas tubuh
PMS
Bulimia
Anorexia
Compulsive eating yaitu makan berlebihan
Sugar craving
Insomnia
Sleep walking
Night terror atau terbangun di tengah malam dengan ketakutan
Night sweats yaitu keringatan berlebihan di malam hari
Meningkatkan kreativitas
Kecanduan ganja
Asma
Serangan panik
Meningkatkan konsentrasi.
OCD (Obsessive Compulsive Disorder)
Fear
Agressive behaviour
Mengontrol emosi
Motivasi
Telat bicara
Gross-motor coordination
Meningkatkan visualisai
Dll
Alpha-Theta Training
Berita baik bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk meditasi, menenangkan pikiran, selalu tegang, selalu berpikir atau sulit memasuki hipnosis; kini Anda bisa melatih otak Anda dengan Alpha-Theta Training di Nathalia Institute. Sesi terapi privat di mana Anda diawasi langsung oleh terapis Neurofeedback yang secara konstan memeriksa brainwave otak Anda selama Anda memasuki Alpha-Theta Trianing.
Good news!
Kini untuk terapi Neurofeedback Anda tidak perlu ke Amerika. Terapi Neurofeedback untuk anak-anak dan dewasa sudah ada di Nathalia Institute mulai Juli 2010! Info lebih lengkap dan pendaftaran hubungi 081380349282 atau 021-29020241. Daftar sekarang untuk anak-anak Anda dan diri Anda sendiri. Let’s train our brain NOW!
