Pentingnya Dokumentasi Sesi Hipnoterapi untuk Perlindungan Hipnoterapis dan Klien
Beberapa hari lalu murid saya bercerita tentang seorang hipnoterapis past life di Jakarta yang sedang terkena kasus dan sedang marak dibicarakan di sebuah forum. Hipnoterapis past life tersebut dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap kliennya. Kemudian di sebuah artikel membahas seorang klien bercerai dengan pasangannya karena pasangannya lari dengan orang ketiga. Alasannya, pasangannya menjalani terapi past life dan menemukan orang ketiga tersebut adalah pasangan jiwanya. Kemudian pasangannya menyalahkan hipnoterapis past life sebagai penyebab retaknya rumah tangganya.
Jika melihat dari sudut pandang profesionalisme, seorang hipnoterapis rentan sekali terhadap tuduhan-tuduhan yang menyudutkan. Bagaimana jika hipnoterapis past life yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap kliennya ternyata tidak bersalah? Bagaimana jika kliennya memiliki gangguan sehingga berhalusinasi dan mengarang cerita? Bagaimana jika pasangan yang lari dengan orang ketiga tersebut memang sudah memiliki niatan buruk? Dan menggunakan terapi past life sebagai alasan? Klien pun rentan terhadap perlakuan yang tidak profesional dari hipnoterapis. Bagaimana jika memang pelecehan dilakukan oleh hipnoterapis tersebut? Atau memang hipnoterapis past life melakukan kesalahan yang membuat klien menderita?
Kepada murid saya, saya mengatakan berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Bisa saja hipnoterapis past life tersebut memang melakukan pelecehan seksual. Tapi bisa juga si klien yang berhalusinasi karena ada gangguan kejiwaan. Atau bisa juga kemungkinan lainnya. Masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya. Jika Anda seorang hipnoterapis profesional yang benar-benar menangani banyak klien – karena ada banyak hipnoterapis yang tidak menangani klien tapi hanya menjadi pengajar hipnoterapi – suatu saat bisa saja Anda yang terkena masalah seperti di atas. Tak peduli Anda bersalah atau kesalahan ada di pihak klien, nama dan reputasi Anda sudah rusak duluan. Semakin banyak Anda menangani klien maka semakin besar kemungkinan Anda memiliki masalah dengan berbagai tuduhan-tuduhan miring. Ingat, dalam bidang apa pun tidak ada seorang pun yang tidak pernah dicela. Dan semakin tinggi pohon maka anginnya akan semakin kencang. Anda sudah melakukan yang terbaik untuk klien pun, pasti suatu saat ada yang tidak puas lalu mencela Anda. Jika demikian, di mana perlindungan bagi seorang hipnoterapis?
Ketika saya di Amerika untuk mengikuti konvensi NGH tahun lalu, ada seorang rekan hipnoterapis yang bercerita bahwa ada sebuah kasus sesi hipnoterapi yang sampai masuk meja hijau. Seorang medical dokter (MD) yang beralih profesi sebagai hipnoterapis karena dia menemukan hipnoterapi telah menyembuhkan dan sangat membantu klien terkena dua kasus pelecehan seksual. Dia dituduh melakukan pelecehan seksual kepada dua klien perempuan di sesi hipnoterapi yang berbeda. Setelah ditangani oleh pihak berwajib, ditemukan hipnoterapis tersebut tidak bersalah. Kedua wanita tersebut bekerja sama untuk menuntut hipnoterapis tersebut supaya mendapat uang dari tuduhan tersebut. Usut punya usut ternyata pensiunan dokter tersebut orang yang kaya dan berprofesi hipnoterapis untuk membantu orang. Kedua wanita tersebut ternyata saudara sepupu yang mengatur skenario mereka tidak saling kenal untuk memperkuat tuduhan kepada hipnoterapis.
Kemudian dalam salah satu training hipnoterapi saya dari guru di Amerika, dia bercerita pernah ada kasus seorang hipnoterapis didatangi pihak berwajib setelah menangani seorang klien. Ternyata, setelah kembali ke rumah dari sesi hipnoterapi, klien tersebut memukuli istrinya. Ketika istrinya melaporkannya kepada pihak berwajib, suaminya mengatakan dia begitu karena baru saja kembali dari sesi hipnoterapi. Kontan saja, pihak berwajib mendatangi tempat praktek hipnoterapis. Untung saja, hipnoterapis ini merekam semua sesi hipnoterapinya kepada klien. Dari rekaman tersebut tidak ditemukan satu pun sugesti atau hipnoterapetik yang menyuruh klien memukuli istrinya. Hipnoterapis tersebut lolos dari tuduhan dan dari meja hijau.
Tidakkah Anda lihat betapa profesi hipnoterapis bisa rentan atas berbagai tuduhan miring? Karena itu penting sekali bagi Anda, hipnoterapis, untuk selalu melakukan dokumentasi dengan merekam semua sesi hipnoterapi Anda kepada klien. Itu sebagai perlindungan vital bagi reputasi dan nama baik Anda! Jika hipnoterapis past life di atas memang benar-benar tidak melakukan pelecehan seksual, dia akan terlindungi jika dia memiliki bukti rekaman sesi hipnoterapinya. Jika, terapis past life di atas tidak pernah menyimpulkan bahwa pasangan tersebut harus lari dengan orang ketiga maka video rekaman bisa melindungi dirinya.
Saya selalu meminta semua murid hipnoterapis saya untuk merekam semua sesi hipnoterapinya sebagai perlindungan. Jika Anda seorang hipnoterapis baru, saya yakin Anda pasti akan melakukan kesalahan-kesalahan. Jangan katakan, Anda murid dari seorang guru hipnoterapis hebat sehingga tidak mungkin melakukan kesalahan. Ingat, tidak ada gading yang tidak retak. Sebagai hipnoterapis baru tentunya Anda belum fasih melakukan induksi atau hipnoterapetik sehingga ada kalimat-kalimat yang belum lancar. Bisa saja ketidak lancaran tersebut akan ditangkap oleh klien dengan persepsi yang berbeda. Anda melakukan hipnoterapetik supaya klien rukun kembali dengan istrinya namun karena belum mahir dalam menyusun kata-kata bisa saja klien menangkapnya dia lebih baik dengan orang ketiga. Apa saja bisa terjadi. Karena itu Anda butuh merekam setiap sesi hipnoterapi untuk melindungi diri Anda sendiri. Bisa saja sebenarnya hasil sesi hipnoterapi yang Anda lakukan kepada klien adalah untuk rujuk kembali dengan keluarga. Tapi klien mengatakan kepada berbagai pihak bahwa hasil sesi hipnoterapi dengan Anda adalah untuk berpisah dengan keluarga yang itu cuma alasan dia saja karena sebenarnya memang dia sudah memiliki niatan buruk. Jika Anda tidak memiliki rekaman, siapa yang tahu apa yang terjadi di dalam ruang praktek Anda? Anda hanya berdua dengan klien. Jika Anda telah melakukan sesi hipnoterapi yang benar pun lalu Anda mau membela diri sekuat tenaga pun tidak ada gunanya. Rekaman video pun akan menjadi perlindungan bagi klien terhadap oknum hipnoterapis nakal. jadi, penggunaan rekaman video merupakan win-win solution bagi hipnoterapis dan klien.
Saya dulu juga pernah menjadi hipnoterapis baru dan saya pun melakukan kesalahan-kesalahan dalam sesi hipnoterapi saya dengan klien. Apalagi saya memulai karier saya secara otodidak dan tidak memiliki guru yang handal. Ya, belajar dan latihan membuat sempurna. Setelah saya mendapatkan sertifikat hipnoterapi basic saya dari HMI (Hypnosis Motivation Institute) di USA, lalu saya melanjutkan ke Singapura untuk belajar dari 5PATH Cal Banyan dari USA, saya mengambil Certified Instructor saya dari NGH dengan langsung diajar oleh Dr. Richard Harte di USA dan saya pun mengambil Certified Advance Scientific Hypnotherapy dengan privat one-on-one kepada Tom Silver di Camarillo, USA. Anda dan saya sebagai hipnoterapis terus belajar untuk membuat diri lebih bernilai supaya bisa membantu semakin banyak klien dalam menyelesaikan problemnya. Namun, jika dulu sebagai hipnoterapis baru, saya tidak berani memulai membuka praktek karena takut melakukan kesalahan maka sekarang saya tidak akan telah menangani ribuan klien. Ya, ribuan klien telah terbantu oleh hipnoterapi karena saya dulu berani memulai langkah saya. Ada klien yang tidak bisa punya anak setelah 7 tahun menikah, hanya dengan 2 sesi dia menjadi hamil. Ada klien yang bertahun-tahun alergi gatal-gatal sehingga dia selalu minder, hanya dalam 1 sesi sembuh secara permanen. Belum lagi, banyak pasangan suami-istri yang sudah mau bercerai kembali rukun setelah sesi hipnoterapi. Anak-anak yang trauma karena perceraian orang tua menjadi percaya diri karena traumanya saya lepaskan. Dan masih ada ribuan kisah kesuksesan hipnoterapi saya yang semuanya terdokumentasi dengan baik. Saya melangkah dari seorang hipnoterapis baru menjadi seorang profesional dan guru hipnoterapi di Indonesia karena saya merekam semua sesi hipnoterapi saya seperti yang dianjurkan oleh para guru hipnoterapi di USA, itu membuat saya tenang karena ada perlindungan untuk saya.
Para hipnoterapis, lindungilah diri Anda sendiri dengan melakukan pencegahan yang bijak dengan melakukan dokumentasi yang baik setiap sesi hipnoterapi Anda. Supaya Anda aman dari tuduhan-tuduhan miring dari oknum klien yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, Anda pun akan aman dari tuduhan-tuduhan memojokkan dari sesama rekan hipnoterapis lainnya yang suka mem-blow-up dan menjelek-jelekkan sesama rekan seprofesinya dengan tujuan hanya dia yang menjadi hipnoterapis atau guru hipnoterapi nomor satu di Indonesia.
Para klien dan penggemar hipnosis dan hipnoterapi, Anda pun perlu memiliki sense of investigation. Jangan langsung percaya saja pada blow up hipnoterapis atau guru hipnoterapi yang gemar sekali menjelek-jelekkan sesama rekan profesinya dan mengklaim dia yang terbaik. Dalam segala bidang tentu ada persaingan, namun orang yang bijaksana tentu akan meningkatkan kualitas dirinya untuk memenangkan persaingan dan bukannya dengan menjelek-jelekkan rekan sesama profesinya.