ADD/ADHD Bisa Terjadi Pada Orang Dewasa! Apakah Anda salah satunya?
Vinny (nama samaran) selalu bertengkar hebat dengan suaminya hampir setiap hari. Suaminya tipe orang yang disiplin dan tepat waktu. Tapi Vinny selalu terlambat, tidak terorganisir, pelupa dan konsentrasinya mudah terpecah.
“Vin, kamu mendengarkan omongan saya tidak sih? Jangan tengak-tengok begitu! Apa tadi kalimat terakhir saya?” bentak suaminya kepada Vinny ketika mereka sedang mengobrol serius. “Apa? Maaf tadi saya lihat lalat terbang di dapur. Dan saya jadi berpikir apa masakan tadi sudah saya tutup atau belum. Apa barusan yang kamu bicarakan?” jawab Vinny yang terbangun dari lamunannya. “Akh, tidak usah bicara lagi dengan kamu! Kamu tidak pernah serius!” lalu suaminya menghentikan obrolan menyalakan TV. Kata-kata suaminya menusuk dan membuat sakit hati Vinny. Dan seharian mood-nya jadi buruk dia merasa sedih dan tidak berharga.
Tahukah Anda gejala yang dialami Vinny masuk ke dalam kategori simptom ADD/ADHD? Ya, ADD/ADHD bisa dialami oleh orang dewasa. Saat saya menulis artikel ini saya sedang di Amerika dan mengikuti training Neurofeedback. Guru saya mengatakan dia telah menangani banyak klien dewasa yang ternyata memiliki ADD/ADHD. Semua pasien dewasa tersebut mempunyai keluhan hubung relasi tidak baik karena dia sering terlambat, pekerjaan tidak maksimal karena dia selalu bergelut dengan motivasinya yang rendah, banyak tugas terbengkalai karena mereka sulit sekali untuk mengorganisasi waktu, atau membuat orang lain kesal karena tidak fokus saat mengobrol serius.
Orang-orang dewasa atau Anda yang memiliki ADD/ADHD sering masuk ke dalam frustasi. Mereka atau Anda bingung mengapa tidak bisa mempertahankan motivasinya untuk mengejar tujuan. Mereka atau Anda sering moody – pekerjaan berhasil dengan baik jika moodnya bagus namun tidak bisa berfungsi sama sekali saat moodnya sedang rendah. Mereka atau Anda frustasi dan menyalahkan dirinya sendiri tentang mengapa mereka tidak seperti orang-orang lainnya. Orang-orang dewasa dengan ADD/ADHD harus bergelut dengan dirinya dalam menjalankan pekerjaannya. Hal sama seperti anak-anak dengan ADD/ADHD perlu bekerja keras hanya untuk menyelesaikan PR-nya. Hal ini berlaku juga dengan orang-orang dewasa dengan ADD/ADHD, bedanya mereka sekarang bergelut untuk mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya.
Derren (nama samaran) bekerja sebagai pegawai HRD. Setiap harinya dia mengurusi pekerjaan tentang HRD di kantornya. Kadang tiap weekend dia juga perlu mengajar training untuk para pegawai di perusahaannya. “Tiap hari saya merasa berat untuk bekerja. Saya perlu memotivasi diri saya untuk tidak memiliki mood rendah setiap harinya. Untung saya mengikuti training hipnoterapi sehingga saya bisa melakukan hipnoterapi pada diri saya sendiri untuk melepaskan rasa berat itu. Jika tidak tahu hipnoterapi maka saya akan selalu berpindah kerja karena saya merasakan berat dalam pekerjaan apa pun.” kata Derren. Para orang dewasa yang memiliki ADD/ADHD selalu merasakan perlu berjuang keras untuk bisa bekerja setiap harinya. Karena semakin keras mereka mengejar sesuatu maka semakin besar pula tuntutan untuk mengorganisasi/mengatur waktu dan menangani banyak urusan, fokus dan tenang. Bagi orang-orang normal, menjalankan semua itu bukanlah sebuah masalah. Namun orang-orang ADD/ADHD merasakan hampir tidak mungkin melakukannya. Cepat atau lambat mereka akan masuk ke frustasi karena kecewa pada dirinya. Terlebih orang-orang lainnya akan menganggap Anda sebagai orang yang malas, tidak bertanggung jawab dan ceroboh. Saya tahu perasaan Anda, bukannya Anda mau menjadi seperti itu. Bahkan Anda selalu berjuang setiap harinya untuk memeranginya namun tidak bisa!
Bukan masalah motivasi melainkan masalah di kimiawi otak!
Orang-orang atau Anda yang menderita ADD/ADHD memang terlihat sebagai orang yang bermasalah dengan motivasi, pelupa dan sering dianggap orang yang tidak bisa diandalkan. Apakah Anda tahu semua itu salah? Orang-orang atau Anda yang menderita ADD/ADHD bukanlah memiliki problem motivasi. Melainkan, Anda memiliki problem kimiawi di bagian otak Anda yang mengatur sistem managemen! Saya yakin Anda merasakan lega karena Anda tahu ini adalah masalah fisik di otak bukannya Anda orang yang mengecewakan.
Baiklah, saya akan menerangkan berbagi tanda dan simptom dari ADD/ADHD pada orang dewasa. Tapi Anda perlu tahu bahwa setiap orang dewasa dengan ADD/ADHD memiliki simptom yang berbeda-beda.
Simptom umum ADD/ADHD pada orang dewasa:
- Sulit untuk mempertahankan fokus setiap harinya.
- Sulit untuk merasakan berada di dalam dirinya setiap harinya.
- Sangat mudah terpecah fokusnya ketika suara dan melihat sesuatu yang lain.
- Selalu merasa bosan dan suka pindah dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain (kutu loncat).
- Sulit mengingat percakapan atau mengikuti aturan karena kemampuan fokus dalam berkomunikasi rendah.
- Selalu bergelut untuk menyelesaikan tugas walaupun tugas yang sederhana dan sehari-hari.
- Sulit untuk pay attention atau fokus seperti saat mendengarkan orang lain atau membaca.
- Suka “hilang” dalam mendengarkan percakapan.
- Sangat mudah terpecah fokusnya sehingga sulit untuk terus berada di “track”.
- Hyperfokus, yaitu mudah tenggelam pada suatu aktivitas yang membuat senang. Ini termasuk salaha satu jenis pecahnya fokus. Misalnya, Anda sedang menulis email tapi ada yang mengajak chat sehingga Anda kehilangan kesadaran tentang waktu. Akhirnya Anda lupa sedang menulis email.
- Kemampuan pengorganisasian – dalam pekerjaan, rumah, dll – sangat buruk.
- Selalu menunda pekerjaan.
- Sering terlambat.
- Merasa kesulitan dalam memulai atau menyelesaikan tugas/pekerjaan.
- Selalu lupa atau salah menempatkan barang – seperti kunci, handphone, dompet, dll.
- Meremehkan waktu. Namun, begitu sudah dateline baru menyadari pentingnya waktu.
- Selalu bertindak dulu baru berpikir. Akhirnya menyesal.
- Kontrol diri lemah.
- Sering menginterupsi pembicaraan orang lain dan langsung berbicara. Orang-orang ADD/ADHD bahkan tidak menyadari sikapnya telah menyakiti orang lain.
- Memiliki kecenderungan kecanduan.
- Kesulitan untuk duduk diam dalam meeting yang panjang.
Orang-orang ADD/ADHD mengalami kesulitan secara emosional. Mereka cenderung mengalami kesulitan untuk termotivasi, hipersensitif terhadap kritik, mudah emosi, kepercayaan diri rendah, merasa tidak aman, mudah stress, tidak bisa menghadapi frustasi dan merasa tidak berharga.
Anda perlu mengetahui bahwa ADD/ADHD bisa dimiliki oleh orang-orang dengan semua level kepintaran – tidak harus orang yang memiliki kepintaran tinngi.
Apa kata para peneliti tentang ADD/ADHD pada orang dewasa?
Para peneliti melakukan MRI untuk membandingkan perbedaan otak orang-orang ADD/ADHD dengan orang yang normal. Ternyata, ada perbedaan mekanisme fungsi otak yang terjadi pada orang-orang ADD/ADHD dibandingkan orang normal. Sayangnya, para peneliti belum menemukan penyebabnya apa.
Pada tahun 1970 Drs. Paul Wender, Frederick Reimherr dan David Wood menemukan bahwa ADD/ADHD bisa dimiliki oleh orang dewasa.
Apa konsekuensi para orang dewasa dengan ADD/ADHD?
Ternyata, para remaja dan dewasa dengan ADD/ADHD memiliki 2 sampai 3 kali lebih banyak mengalami kecelakaan berkendaraan dibandingkan orang-orang yang normal. Ini terjadi karena orang-orang ADD/ADHD kurang bagus dalam keterampilan spasial – contohnya dalam jika duduk mereka bisa menyenggol dan menumpahkan gelas karena mereka tidak tahu dalam jarak tersebut bisa menyenggol gelas. Sehingga dalam berkendaraan itu pulalah yang terjadi – ditambah lagi mereka memiliki fokus yang kurang.
Orang-orang dewasa dengan ADD/ADHD jika dibandingkan dengan orang normal memiliki konsekuensi lebih besar untuk menjadi depresi, rendah diri, gelisah, dipecat dari pekerjaan dan bercerai.
Terapi Neurofeedback bisa membantu mengatasi ADD/ADHD bagi orang dewasa!
Jika Anda merasa memiliki simtom-simtom di atas, segeralah lakukan terapi kepada diri Anda sendiri. ADD/ADHD bisa terjadi karena tidak sinkronnya gelombang otak Anda. Jika dilakukan sinkronisasi kepada gelombang otak Anda maka simtom-simtom di atas bisa berkurang atau hilang sama sekali. Terapi Neurofeedback merupakan terapi untuk sinkronisasi gelombang otak sehingga terapi ini bisa menjadi salah satu terapi yang perlu Anda lakukan untuk membuat otak Anda menjadi optimal.




